DepokInsider – Penampilan Wakil Ketua DPRD Kota Depok dari Fraksi PDI Perjuangan, Yuni Indriany, menarik perhatian saat menghadiri Rapat Paripurna peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-27 DPRD Kota Depok, Kamis (3/9/2026).
Ia memilih mengenakan busana adat Putri Minahasa dari Sulawesi Utara yang sarat makna.
Busana tersebut memadukan kebaya khas Minahasa dengan kain sarong bermotif tradisional.
Penampilannya dilengkapi aksesori kepala berupa kronci serta selendang yang menjadi bagian dari keseluruhan busana.
Bagi Yuni, pilihan pakaian adat itu bukan semata-mata untuk menampilkan keindahan budaya daerah dalam agenda resmi lembaga legislatif.
Ia melihat busana yang dikenakannya sebagai simbol pelindung yang memiliki keterkaitan dengan tanggung jawab seorang wakil rakyat.
“Ini pakaian adat putri Minahasa dari Sulawesi Utara. Sebetulnya ini tari-tarian Minahasa ya, baju-baju tari Minahasa. Tapi overall ini memang pakaian adat dari Minahasa,” papar Yuni.
Ia kemudian menjelaskan makna yang ingin disampaikan melalui busana tersebut.
Menurut Yuni, simbol perlindungan dalam pakaian adat itu mengingatkannya pada tugas untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat.
“Seperti baju yang saya pakai, ini adalah pelindung buat masyarakat, buat bangsa, buat negara. Sama juga saya sebagai pelindung untuk rakyat, masyarakat,” jelasnya.
Momentum peringatan HUT ke-27 DPRD Kota Depok juga dimanfaatkan Yuni untuk menunjukkan keberagaman budaya yang dimiliki Indonesia.
Mengenakan pakaian adat dari daerah tertentu, menurutnya, menjadi salah satu cara untuk memperkenalkan kekayaan tradisi Nusantara di tengah kegiatan pemerintahan.
Namun, pesan yang dibawanya tidak berhenti pada pelestarian budaya.
Yuni menilai, jabatan sebagai wakil rakyat harus diikuti dengan tanggung jawab nyata untuk mendengarkan aspirasi dan memperjuangkan kebutuhan masyarakat.
Ia berharap keberadaan anggota DPRD dapat dirasakan secara langsung oleh warga, bukan hanya ketika menjalankan tugas dalam rapat atau kegiatan resmi di gedung dewan.
Kedekatan dengan masyarakat dan perhatian terhadap persoalan yang mereka hadapi menjadi bagian penting dari peran tersebut.
“Jadi bukan hanya hadir di ruang sidang, tetapi bagaimana kita juga hadir untuk masyarakat dan memperjuangkan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat,” ungkapnya.
Penampilan Yuni dalam rapat paripurna tersebut pun menjadi bagian dari pesan yang ingin ia sampaikan pada peringatan hari jadi lembaga legislatif Kota Depok.
Melalui busana adat Minahasa, ia menampilkan kecintaan terhadap budaya Indonesia sekaligus mengingatkan pentingnya tanggung jawab wakil rakyat dalam mengawal kepentingan masyarakat.

