0

Training Literasi Sosial dan Finansial dengan Pendekatan Deep Learning

DepokInsider – Di era yang penuh tantangan ini, Literasi Sosial dan Finansial bukan sekadar pelajaran tambahan, melainkan bekal hidup yang akan memampukan anak-anak kita untuk menjadi pribadi yang bijak, berdaya, dan mampu mengambil keputusan keuangan secara bertanggung jawab.

Karena itu, peran guru sangatlah penting untuk menjadi role model dalam menanamkan nilai-nilai welas asih (compassion) dan kecerdasan finansial sejak dini.

Pada tanggal 23–24 Juli 2025 Yasmin bekerja sama dengan Aflatoun dan didukung oleh Botnar Fondation, mengadakan kegiatan Training Literasi Sosial dan Finansial dengan Pendekatan Deep Learning.

Sebanyak 21 guru dari MIN, MTs, dan MA se-Kota Cilegon berkumpul di Greenotel Cilegon untuk mengikuti Training, sebuah pelatihan yang bertujuan untuk memperkuat kapasitas guru dalam menanamkan nilai literasi sosial dan finansial secara bermakna kepada para siswa mereka.

Baca Juga: Pembukaan GIIAS 2025, Berlangsung di ICE-BSD City 24 Juli-3 Agustus 2025

Acara ini dibuka oleh Kasi Penma Kemenag Kota Cilegon Haji Soleh Gunawan S.Ag.,M.E Gunawan disertai kehadiran para pengawas dan juga Assesor Dr. Zaitty Musafiroch, M.Pd.

H. Soleh Gunawan, S.Ag., M.E. Kasi Madrasah Kota Cilegon yang mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah nyata memperkuat pendidikan karakter dan finansial di madrasah.

Dukungan mereka menjadi bukti keseriusan semua pihak dalam menyiapkan generasi muda yang tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga secara emosional dan finansial.

Banyak anak yang pintar dalam teori, tetapi tidak memahami bagaimana mengelola uang dengan baik. Mereka juga kesulitan memahami pentingnya menunda kesenangan (delayed gratification), membuat prioritas, serta merencanakan masa depan.

Baca Juga: Penyajian MBG di Madrasah Ibtidaiyah Sesuai SOP

Literasi finansial bukan hanya tentang menabung, tetapi juga tentang mengelola keinginan, memahami kebutuhan, dan memiliki rasa tanggung jawab atas setiap keputusan finansial.

Lebih dari itu, literasi sosial membantu mereka memahami empati, tanggung jawab sosial, dan bagaimana menjadi bagian dari solusi atas permasalahan sekitar. Inilah yang menjadi kunci terbentuknya generasi yang berdaya dan berempati.

Dalam kegiatan ini, para guru tidak hanya belajar secara teoritis, tetapi juga mengalami secara langsung bagaimana pendekatan Deep Learning atau pembelajaran mendalam dapat diimplementasikan di kelas.

Deep Learning mengajak siswa belajar dengan rasa ingin tahu (curiosity), menemukan makna, dan menghubungkan pembelajaran dengan kehidupan sehari-hari sehingga pengetahuan tidak hanya berhenti sebagai hafalan, tetapi menjadi karakter dan pola hidup mereka.

Baca Juga: Warga Lampung Lapor Kajati: Tanah Warisan 2.500 m² Diduga Diserobot Mafia Tanah, Kini Dikuasai Pembeli dari Jakarta

Melalui joyful learning, setiap sesi diwarnai dengan aktivitas kreatif, diskusi, permainan simulasi keuangan, dan refleksi diri yang menghadirkan suasana belajar yang menyenangkan.

Dengan meaningful learning, peserta praktik langsung bagaimana materi dapat dikaitkan dengan kehidupan nyata siswa di rumah maupun di sekolah.

Sementara mindful learning membantu para guru dan siswa menyadari emosi serta nilai yang mereka anut dalam setiap tindakan, termasuk dalam pengelolaan uang dan pengambilan keputusan.

Sulistiyo selaku Manajer Program Amal Khair Yasmin dan juga sebagai Master Trainer Aflatoun Internasional mengatakan mengajar dengan nilai nilai CINTA (compassion) akan melahirkan karakter anak yang hebat, baik secara akademik maupun emosi.

Baca Juga: Hasil Drawing Ronde 4 Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, Timnas Indonesia Masuk Grup B

Sehingga sangat ditekankan pendekatan pembelajaran yang menyenangkan, dan bermakna yang ujungnya akan melahirkan siswa siswa yang berakhlak baik penuh CINTA.

Suasana yang penuh Semangat dan Welas Asih sepanjang dua hari pelatihan, para peserta tampak sumringah dan antusias.

“Mereka merasakan suasana belajar yang penuh kehangatan, kolaborasi, dan energi positif. Setiap guru belajar bagaimana menularkan energi cinta kepada para siswa mereka, bukan hanya mengajar tetapi juga mendampingi dengan hati,” katanya.

Salah satu peserta mengucapkan terima kasih kepada Zaitty, Ibu Mastufah, Jami, dan peserta TOT Cilegon 2 yang sudah membersamai kami dengan semangat luar biasa. ***

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer