0

Ratusan Santri Ponpes di Depok Keracunan, Wali Kota Turun Tangan Jenguk Korban

Ratusan santri Pondok Pesantren Baitul Quran, Cimanggis, Depok, mengalami keracunan massal usai menyantap hidangan. Sebanyak 135 santri sempat mendapat perawatan di RS Bhayangkara Brimob Depok. Hingga Kamis (4/9/2025), kondisi sebagian besar santri membaik dan sudah diperbolehkan pulang.

Wali Kota Depok Supian Suri langsung mendatangi rumah sakit untuk menjenguk para santri. Ia memastikan penanganan medis berjalan baik.

Kondisi Santri Berangsur Pulih

Supian menjelaskan, hingga Rabu (3/9/2025) ada 72 santri yang dibawa ke RS Brimob. Dari jumlah itu, 42 orang sempat dirawat intensif, sementara 30 lainnya diperbolehkan pulang. Kini, hanya tersisa sembilan santri yang masih dalam perawatan.

“Jadi saya memastikan anak-anak kita terlayani dan Alhamdulillah luar biasa ini dari Brimob sudah sangat melayani,” ujar Supian.

Penyelidikan Penyebab Keracunan

Meski kondisi membaik, penyebab keracunan belum dipastikan. Wali kota meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) Depok menyelidiki sumber makanan dan minuman di pondok pesantren.

“Kami juga mengecek ke pondok untuk melihat kemungkinan-kemungkinan penyebab terjadinya keracunan makanan ini. Mudah-mudahan tadi beberapa hal kita coba ambil langkah sebelum benar-benar kita bisa dapat membuktikan hal apa yang menyebabkan keracunan buat anak-anak kita ini,” jelasnya.

Menurut Supian, ada dugaan sementara keracunan berasal dari air minum yang tercemar. Apalagi, pondok sempat terdampak banjir sehingga kualitas air dikhawatirkan menurun.

“Sehingga saya ingin memastikan bahwa untuk air minum, kita pastikan yang dimasak dulu, tidak menggunakan air minum olahan itu. Karena salah satu kemungkinan khawatir, karena kemarin juga pondoknya kena banjir ya,” ujarnya.

Dugaan Konsumsi Kornet Masih Diselidiki

Selain air minum, beredar dugaan santri keracunan usai mengonsumsi kornet. Namun, Supian menegaskan hal itu belum dapat dipastikan.

“Belum bisa dipastikan, cuma maksud saya untuk mengantisipasi itu. Kita belum bisa memastikan minuman atau apapun belum bisa memastikan, ini masih diproses di cek lab,” kata Supian.

Ia menambahkan, Balai POM juga sudah turun tangan melakukan pemeriksaan sampel makanan. Pemerintah kota bersama pihak terkait akan terus memantau perkembangan kasus hingga penyebab keracunan terungkap.

Pemantauan Layanan Makanan di Kota Depok

Wali kota menekankan agar pengawasan tidak berhenti di satu pondok pesantren. Dinas Kesehatan dan puskesmas diminta rutin memantau layanan makanan di berbagai titik, agar kasus serupa tidak terulang.

“Ya, bukan hanya disini, bukan hanya di pondok. Karena kan bukan hanya salah satu pondok ini yang melayani santri. Saya minta Dinas Kesehatan dalam hal ini Puskesmas terus memonitor titik-titik atau layanan-layanan yang memberikan layanan makanan buat anak-anak kita, sehingga kita bisa memastikan semuanya sehat,” pungkasnya.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer