DepokInsider – Founder Persikad 1999, Yogi Kurniawan, menyambut gembira kembalinya nama Persikad Depok menghiasi kancah sepak bola nasional.
Persikad Depok resmi kembali setelah merger dengan Sumut United yang mendapat promosi dari Liga 3 ke Liga 2.
Keputusan ini telah disepakati dalam PSSI Ordinary Congress 2025 di Jakarta, Rabu 4 Juni 2025. Salah satu program kegiatannya adalah membahas perubahan nama klub, yang kemudian memunculkan nama Persikad Depok.
Bangga klub yang didirikannya (Persikad 1999) yang kini bertransformasi menjadi Persikad Depok dan akan berlaga di Liga 2 2025/2026, Yogi pun merunutkan detail soal Persikad Depok reborn.
Baca Juga: Ranking FIFA Timnas Indonesia Usai Bekuk China di SUGBK
Yogi menuturkan, semuanya bermula dari suporter Persikad Depok pada tahun 2001. Kala itu, kata Yogi, Persikad Depok masih tampil di Divisi 2 Liga Indonesia. “Kandangnya di Stadion Pajajaran Bogor,” kenang Yogi kepada DepokInsider, Sabtu 7 Juni 2025.
Kemudian, Persikad Depok pernah naik kasta. Bermain di Divisi Utama Liga Indonesia yang notabene kompetisi kasta kedua antarklub di tanah air.
“Itu terjadi di musim 2009-2014,” tutur Yogi seraya menambahkan pada 2009-2010 Persikad berkandang di Cirebon dan Purwakarta dan namanya menjadi Persikad Purwakarta.
Setelah jadi musafir selama satu musim, Persikad Purwakarta kembali bermarkas di Kota Depok. Ini terjadi pada kompetisi Indonesia Soccer Championship (ISC) B 2015-2016.
Baca Juga: FIFA: 10/48 Tim Lolos ke Piala Dunia 2026, Berikut Daftarnya
Namun, pada 2017 Persikad Purwakarta diakuisisi oleh Bogor FC dan akhirnya pindah menjadi Sumut United.
Melihat mirisnya Perkembangan sepak bola Depok khususnya Persikad, Yogi selaku suporter akhirnya membentuk Persikad 1999 di bawah naungan PT. Persikad Sembilan Sembilan.
Pada akhir 2018, Persikad membeli lisensi Gelatik FC dari Purwakarta. “Saya membeli lisensi klub Gelatik FC dari uang pribadi saya dengan susah payah,” beber Yogi.
Klub yang dibangunnya itu pun dapat mentas di Liga 3 Seri 2 pada 2019. Persikad 1999 saat itu kebagian menjadi tuan rumah pertandingan liga tersebut, dan Yogi adalah CEO klub.
Baca Juga: Klasemen Akhir BRI Liga 1 2024/2025 Usai Persib Juara, Tiga Tim ini Terdegradasi
“Saat itu saya menjabat sebagai CEO Persikad 1999, saya menyerahkan saham ke Handiyana Sihombing tanpa jual beli saham di tahun 2020. Ini berlangsung sampai 2024,” katanya.
Sampai akhirnya seorang kawan dari Yogi yakni Egat Sacawijaya yang menjabat Manajer Persijap Jepara, berkomitmen mengembalikan kejayaan Persikad.
“Kebetulan Egat kawan bisnis di air, saya di Depok Water dan Egat di Oasis,” katanya.
Puncaknya pada PSSI Ordinary Congress 2025 memutuskan bahwa Persikad merger dengan Sumut United. Angin segar pun datang berhembus karena otomatis Persikad berlaga di Liga 2 musim 2025-2026.
Baca Juga: Tim Bola Pocin Sparing dengan Tim Persib Legend
“Semoga Egat sebagai presiden Persikad Depok yang baru dapat membawa Persikad terbang tinggi hingga Liga 1. Amin,” katanya.
Dibeberkan Yogi, pada 2024 Egat membeli saham Persikad 1999 full dari Handiyana Sihombing.
“Sekarang persikad 1999 sudah berubah nama menjadi Persikad Depok setelah bermerger dengan Sumut United melalui Kongres PSSI. Persikad Depok adalah milik semua warga Depok,” ucap Yogi.
“Semoga Persikad Depok sekarang bisa membawa kembali atmosfer sepak bola di Kota Depok tercinta ini,” pungkasnya.
(***)

