DepokInsider – Penyajian Makanan Bergizi yang disajikan oleh pihak Pengelola SPPG Bedahan, Sawangan, Kota Depok, sudah sesuai Standar Operasional.
Pengelola SPPG Bedahan, Ayu Hasanah, memastikan seluruh proses penyajian makanan sudah sesuai standar operasional prosedur (SOP).
“Menurut kami itu tidak benar. Karena kami sudah menjalankan SOP sesuai dari Dinas Kesehatan. Jadi menurut saya itu hanya isu,” katanya.
Baca Juga: PDGI Depok Berikan Dental Unit untuk RKAI
Terkait kualitas makanan, Ayu memaparkan, MBG diproses dengan pengawasan ketat mulai dari pemilihan bahan baku hingga penyajian.
Material yang akan di konsumsi merupakan makanan fresh dan dikemas dengan kemasan yang baik. “Kemudian, di-packing dan didistribusikan dengan benar,” katanya.
Pengelola SPPG Bedahan lainnya, Ahmad Samsudin mengatakan, secara teknis, tim MBG juga memiliki tahapan khusus dalam proses produksi makanan.
Mulai dari bagian preparation, kemudian bahan makanan yang disimpan di cooler, chiller, showcase, freezer, lalu proses memasak.
Baca Juga: Atasi Stunting, Lazismu Depok Berikan Bantuan Makanan Sehat
Pihaknya juga mengucapkan, makanan diantar sesuai jadwal yang ditentukan. “Karena ini berhubungan dengan waktu pengiriman, maka kami packing jam 4 sampai 5 pagi,” ujarnya.
Samsudin menyebutkan, kemungkinan siswa mengalami gejala bukan dari makanan MBG, melainkan bisa jadi karena jajanan di luar.
“Bisa jadi, setelah mereka mengonsumsi makanan dari MBG, mereka jajan kembali atau apa, kita nggak tahu. Tapi kami dari pihak MBG memastikan bahwa mudah-mudahan itu bukan penyebab dari makanan kami,” katanya.
Kepala Sekolah MI Darul Quran, Nurhayati, menuturkan, adanya dugaan keracunan MBG yang dialami sejumlah siswanya tidak benar, faktanya tidak ada siswa yang mengalami keracunan.
Mengenai informasi yang beredar bahwa siswa kami ada yang keracunan dari MBG tidak benar.
Baca Juga: Depok Jadi Sorotan! Supian Suri Raih Kostum Ter-Stylist se-Jawa Barat
“Sampai saat ini siswa kami tidak ada yang keracunan tapi sakit mual-mual,” tuturnya.
Nurhayati menjelaskan, keluhan yang dialami sejumlah siswanya hanya berupa gejala ringan seperti mual, buang air, dan pusing.
Saat ini, 13 siswa tersebut sudah kembali beraktivitas dan melanjutkan belajar dan mengajar. Namun, dua masih dalam pemulihan kesehatan di rumah.
Mengenai adanya dugaan makanan MBG sebagai penyebab keracunan, Nurhayati tidak dapat memastikan.
Pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan dari Dinas Kesehatan lewat pemeriksaan lebih lanjut. ***

