0

Kedai Kopi Meningkat Tiga Kali Lipat, Gen Z dan Milenial Pendorong Utama Tumbuhnya Pasar Kopi Kekinian

DepokInsider – Gen Z dan Milenial menjadi pendorong utama pertumbuhan pasar kopi kekinian di Indonesia.

Peranan Gen Z dan Milenial itu tak lepas karena berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Tahun 2020, mereka berjumlah lebih dari 53% penduduk Indonesia.

Oleh karenanya, pertumbuhan ini memberikan ruang besar bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) kopi & roastery lokal naik kelas, sehingga menjadi bagian rantai pasok industri kopi nasional hingga global.

“Saya sering mendapatkan laporan, kopi dan industri olahan kopi dari Indonesia ini semakin meningkat baik dari sisi ekspor, produksi, maupun kualitas. Namun, saya juga menyaksikan pangsa pasar kopi Indonesia di berbagai negara masih kecil,” ungkap Wakil Menteri Perindustrian, Faisol Riza, di Jakarta, Senin 19 Mei 2025.

Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyebut sebagai salah satu produsen kopi terbesar di dunia, Indonesia memiliki potensi besar dalam pengembangan industri kopi yang terintegrasi dari hulu maupun hilirnya.

Tahun 2024, sebut Kemenperin di X @Kemenperin_RI, realisasi produksi kopi olahan nasional mencapai 1,04 juta ton degan tingkat utilisasi sebesar 77%.

Kemenperin mencatat jumlah konsumsi kopi nasional mencapai 1,03 kg per kapita, dengan total konsumsi dalam negeri sebesar 288 ribu ton.

Sementara itu, tren pertumbuhan pasar kopi Indonesia dlm periode 2024–2029 diproyeksikan mencapai 3,61%.

“Kondisi ini memberikan peluang besar bagi peningkatan investasi, terutama di sektor industri kopi kekinian, specialty coffee, & produk berbasis kopi seperti kopi kapsul, kopi celup, kopi Ready to Drink (RTD), serta produk turunan lainnya seperti flavor, sirup, dan permen kopi,” tulis Kemenperin, Senin 19 Mei 2025.

Menurut Kemenperin, pertumbuhan signifikan kedai kopi yang meningkat hampir tiga kali lipat, mencerminkan besarnya antusiasme masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap budaya konsumsi kopi.

“Langkah Kemenperin untuk mendukung industri kopi lokal, fasilitasi pelatihan Good Manufactruing Practices (GMP), pendampingan transformasi industri 4.0, serta pemberian insentif fiskal,” tutup Kemenperin

(***)

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer