0

Depok Pasang Alat Deteksi Banjir Otomatis, Warga Bisa Waspada Sejak Dini

Pemerintah Kota Depok mulai memasang Alat Peringatan Banjir (APB) atau Early Warning System (EWS) di sejumlah titik rawan banjir. Teknologi ini dirancang untuk memberikan peringatan dini secara otomatis kepada warga ketika ketinggian air meningkat.

Kepala Bidang Infrastruktur dan Kewilayahan Bappeda Kota Depok, Raden Argha Darma Tubagus, menjelaskan sistem ini sudah diuji coba di Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, dengan melibatkan warga setempat.

“Pemerintah Kota Depok terus memperkuat strategi mitigasi bencana dengan memanfaatkan teknologi inovatif,” kata Argha, Jumat (22/8/2025).

Cara Kerja Alat Peringatan Banjir

APB menggunakan sensor ultrasonik yang memantulkan sinar ke permukaan air. Ketika ketinggian air mencapai batas tertentu, sirine berbunyi dan lampu rotator menyala. Data hasil sensor juga dikirim secara berkala ke aplikasi Telegram yang bisa diakses pengurus lingkungan.

“Jadi alat kerjanya itu berdasarkan sensor yang memancarkan sinar ultrasonic memantulkan ke permukaan air,” ujar Argha.

Peringatan dibagi dalam empat level, dari siaga 4 hingga siaga 1. Notifikasi akan semakin sering ketika kondisi semakin kritis.
“Jadi ketika masuk siaga 3 itu notifikasi mulai beruntun gitu, awalnya normal itu 1 jam sekali, nanti untuk siaga 3 itu setengah jam sekali, siaga 2 itu 1 menit sekali bahkan per detik,” jelasnya.

Meningkatkan Kesiapsiagaan Warga

Sistem ini tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga menekankan pentingnya edukasi dan partisipasi masyarakat. Argha menegaskan, warga akan lebih siap menghadapi banjir dengan adanya informasi yang cepat dan akurat.

“Sehingga nanti sekali lagi Depok akan kaya dengan UMKM yang ada UMKM-UMKM yang menjajakan makanannya, hasil kurasi, halalnya, kemudian izinnya dan yang lainnya sudah terpenuhi,” ungkapnya.

Selain memberi tanda bahaya, APB diharapkan mampu membangun kesadaran kolektif bahwa mitigasi bencana harus dilakukan bersama-sama. “APB ini efektif untuk meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat dan mengajak warga berpartisipasi aktif dalam menghadapi potensi bencana,” tambah Argha.

Rencana Perluasan ke Wilayah Lain

Saat ini, alat tersebut sudah dipasang di empat wilayah rawan banjir di Depok. Pemkot Depok berencana memperluas jangkauan pemasangan sekaligus menambah fitur baru.
“Kami berencana mengembangkan alat ini dengan menambah fitur dan lokasi pemasangan,” ujar Argha.

Rencana pengembangan juga mencakup peningkatan inklusi sosial, keterlibatan warga, hingga pelatihan mitigasi bencana. Pemkot ingin agar masyarakat tidak hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga bagian dari sistem peringatan dini.

Dukungan Warga Setempat

Ketua RW 01 Kelurahan Pondokcina, Kecamatan Beji, Madin, menyambut baik inovasi ini. Lingkungannya kerap dilanda banjir ketika Sungai Ciliwung meluap.
“Dengan adanya pemasangan alat EWS atau APB ini maka warganya akan terbantu jika datangnya banjir,” kata Madin.

Dengan kolaborasi teknologi dan partisipasi masyarakat, Depok berharap dapat membangun kota yang lebih tangguh menghadapi ancaman banjir di masa depan.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer