Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai mematangkan program pertanian modern sebagai langkah strategis memperkuat ketahanan pangan daerah. Program ini menjadi salah satu komitmen utama Wali Kota Depok, Supian Suri, dalam membangun sistem pangan yang lebih mandiri di wilayah perkotaan.
Melalui konsep pertanian berbasis teknologi dan integrasi lintas sektor, Pemkot Depok ingin mengubah pola pertanian konvensional menjadi sistem yang lebih adaptif dengan kondisi kota. Program tersebut juga dirancang agar mampu berjalan berkelanjutan serta memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat.
Pemkot Depok menargetkan pengembangan pertanian modern secara bertahap di 11 kecamatan. Program ini diharapkan menjadi solusi atas keterbatasan lahan sekaligus menjawab tantangan meningkatnya kebutuhan pangan masyarakat perkotaan.
Kepala Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian, dan Perikanan (DKP3) Kota Depok, Dadan Rustandi, mengatakan arah kebijakan pembangunan sektor pertanian di Depok kini berfokus pada inovasi dan teknologi.
Menurutnya, pertanian di wilayah urban seperti Depok memiliki tantangan yang berbeda dibandingkan daerah agraris. Salah satu kendala utama adalah keterbatasan lahan akibat pesatnya pembangunan serta tingginya alih fungsi lahan.
Situasi tersebut membuat pendekatan pertanian konvensional semakin sulit diterapkan secara optimal. Karena itu, Pemkot Depok memilih mendorong sistem pertanian modern yang lebih efisien dan produktif.
“Pak Wali Kota mendorong agar pertanian modern ini benar-benar terwujud. Bukan hanya simbolis, tetapi menjadi sistem yang berjalan dan memberi dampak ekonomi,” ujar Dadan, kepada berita.depok.go.id, Kamis (26/02/26).
Menurut Dadan, pengembangan pertanian modern di Depok tidak hanya bertujuan meningkatkan produksi pangan. Program ini juga dirancang untuk membangun ekosistem ekonomi baru yang dapat melibatkan masyarakat secara luas.
Pertanian modern yang dikembangkan akan mengandalkan pendekatan teknologi, efisiensi ruang, serta pengelolaan produksi yang lebih terintegrasi. Dengan cara ini, aktivitas pertanian tetap dapat berkembang meskipun berada di kawasan perkotaan.
Selain itu, sistem ini memungkinkan masyarakat memanfaatkan ruang terbatas secara lebih optimal. Lahan sempit yang sebelumnya tidak produktif dapat diubah menjadi area budidaya tanaman dengan metode yang lebih efisien.
Dalam jangka panjang, Pemkot Depok berharap program ini mampu meningkatkan kemandirian pangan daerah. Produksi pangan yang dilakukan di dalam kota akan membantu mengurangi ketergantungan pasokan dari wilayah lain.
Ketergantungan terhadap pasokan luar daerah selama ini menjadi tantangan bagi banyak kota besar. Ketika distribusi terganggu, harga pangan dapat melonjak dan berdampak langsung pada masyarakat.
Karena itu, penguatan produksi lokal menjadi strategi penting dalam menjaga stabilitas pangan. Dengan memiliki sistem produksi sendiri, sebuah kota dapat lebih tangguh menghadapi berbagai dinamika pasokan pangan.
Program pertanian modern di Depok juga diarahkan untuk membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Warga dapat terlibat dalam berbagai kegiatan produksi, pengolahan, hingga pemasaran hasil pertanian.
Model ini diharapkan mampu menciptakan peluang usaha berbasis teknologi yang lebih relevan dengan karakter masyarakat perkotaan. Dengan demikian, sektor pertanian tidak lagi dipandang sebagai sektor tradisional yang terbatas pada wilayah pedesaan.
Sebaliknya, pertanian modern dapat berkembang sebagai sektor ekonomi kreatif yang memiliki nilai tambah. Teknologi memungkinkan proses produksi menjadi lebih efisien, terukur, dan berkelanjutan.
Selain meningkatkan produksi pangan, pendekatan ini juga membuka ruang inovasi bagi generasi muda. Pertanian modern dinilai lebih menarik karena menggabungkan teknologi, manajemen usaha, dan konsep bisnis yang lebih modern.
Hal ini menjadi penting karena minat generasi muda terhadap sektor pertanian selama ini cenderung rendah. Dengan menghadirkan konsep pertanian berbasis teknologi, sektor ini diharapkan kembali diminati.
Pemkot Depok juga melihat peluang menjadikan pertanian modern sebagai model pengembangan ekonomi lokal. Jika berhasil, konsep ini dapat menjadi contoh bagi wilayah perkotaan lain yang menghadapi tantangan serupa.
Menurut Dadan Rustandi, pengembangan pertanian modern tidak hanya berfokus pada aktivitas menanam semata. Program ini dirancang untuk membangun sistem yang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
“Konsep yang dikembangkan bukan sekadar menanam, melainkan membangun ekosistem pertanian terpadu yang dapat menjadi percontohan di wilayah perkotaan,” tutupnya.
Ekosistem yang dimaksud mencakup proses produksi, distribusi, hingga pemasaran hasil pertanian. Dengan sistem yang terintegrasi, setiap tahapan dapat berjalan lebih efisien dan memberikan nilai ekonomi yang lebih besar.
Selain itu, integrasi lintas sektor juga menjadi bagian penting dalam pengembangan program ini. Pemkot Depok berencana melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah, pelaku usaha, hingga komunitas masyarakat.
Kolaborasi tersebut diharapkan dapat mempercepat implementasi program sekaligus memperluas dampak yang dihasilkan. Semakin banyak pihak yang terlibat, semakin besar pula peluang keberhasilan pertanian modern di Depok.
Di tengah tantangan urbanisasi dan keterbatasan lahan, inovasi menjadi kunci utama dalam menjaga keberlanjutan sektor pangan. Kota-kota besar di berbagai negara telah lebih dulu mengembangkan konsep pertanian perkotaan berbasis teknologi.
Pendekatan tersebut terbukti mampu meningkatkan produksi pangan sekaligus menjaga keberlanjutan lingkungan. Konsep serupa kini mulai diterapkan di berbagai kota di Indonesia, termasuk Depok.
Melalui program pertanian modern, Pemkot Depok berharap dapat membangun sistem pangan yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Selain memenuhi kebutuhan pangan masyarakat, program ini juga diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal.
Dengan strategi tersebut, Depok tidak hanya berfokus pada pembangunan infrastruktur kota, tetapi juga memperkuat fondasi ketahanan pangan yang menjadi kebutuhan dasar masyarakat.
Jika program ini berjalan sesuai rencana, pertanian modern berpotensi menjadi salah satu model pembangunan perkotaan yang inovatif di Indonesia.

