DepokInsider, Wali Kota Depok, Supian Suri menegaskan komitmennya untuk mengatasi sederet persoalan. Salah satunya adalah kemacetan di Jalan Sawangan.
Terkait hal itu, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok bakal mengalokasikan anggaran sebesar lebih dari Rp100 miliar.
Supian Suri menjelaskan, terkait hal itu Pemkot Depok akan menyelesaikan pembebasan lahan di sepanjang ruas Jalan Enggram hingga Jalan Pemuda.
Sesuai rencana, ruas tersebut akan dialihfungsikan dari jalan permukiman menjadi jalan utama untung menunjang tingginya mobilitas di Jalan Sawangan.
“Jalan Enggram sampai Pemuda itu sudah kita bebaskan kurang lebih Rp40 miliar. Kemarin masih ada tiga bidang yang belum bersedia, tapi Alhamdulillah sekarang sudah berkenan dengan pembebasan lahan yang kita lakukan,” katanya dikutip pada Selasa, 20 Januari 2026.
Selain itu, Pemkot Depok juga akan melakukan pembebasan lahan di sisi kiri jalan pada Simpang Parung Bingung, yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan terparah di Jalan Raya Sawangan.
Badan Perencanaan Pembangunan, Riset, dan Inovasi Daerah atau Bapperida Kota Depok akhirnya membeberkan konsep terkait proyek pelebaran Jalan Sawangan.
“Untuk proyek pelebaran Jalan Raya Sawangan di tahun 2026 akan dilakukan pembangunan terutama untuk Jalan Engram dan Jalan Pemuda,” kata Kepala Bapperida Kota Depok, Dadang Wihana pada Senin, 19 Januari 2026.
Ia memastikan, bahwa Pemkot Depok telah mengalokasikan dana proyek tersebut melalui APBD 2026 ini.
“Selanjutnya, sesuai dengan arahan Pak Walikota dan juga menjadi program janji Pak Walikota, kami sudah merumuskan di dalam program unggulan juga mulai melakukan pembebasan lahan di Jalan Muchtar Raya, itu sampai dengan Parung Bingung,” jelas Dadang.
Jadi dari mulut Jalan Enggram Pemuda sampai dengan Parung Bingung. Jalan Raya Sawangan, itu kita akan bebaskan, sudah terlokasikan itu sementara ini Rp63 miliar dan akan ditambahkan kembali sesuai dengan kebutuhan, lebih kurang Rp110 miliar,” sambungnya.
Dadang mengungkapkan, bahwa untuk pembangunan Jalan Raya Sawangan, tepatnya dari simpang Parung Bingung hingga Jalan Engram – Pemuda juga akan dibangun infrastrukturnya di tahun ini, termasuk ada pembangunan dua jembatan.
“Nah, selanjutnya nanti 2027, nanti kita akan masuk juga pembebasan lahan sampai dengan Jalan Keadilan dan juga nanti direncanakan ini sampai dengan exit Tol Sawangan,” bebernya.
“Mudah-mudahan nanti kita mengatur kepastian fiskal kita 2027.”
Saat ini, Bapperida juga tengah menyusun Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) 2027, yang berfokus kepada layanan publik.
“Terutama infrastruktur perkotaan yang selalu menjadi masalah kota di Indonesia termasuk di Kota Depok. Seperti kemacetan lalu lintas, lalu banjir, sampah, dan lain-lain, seperti itu,” terangnya.
Adapun rencana pelebaran Jalan Sawangan yakni 24 meter dengan pajang sekira 3 kilometer.
“Ya lebar dan panjang Jalan Sawangan tadi antara mulut Enggram-Pemuda sampai dengan exit Tol Sawangan lebih kurang 2,3 Km-an. Tapi kan kiri-kanannya tadi ROW-nya kita 24 dan sambil juga nanti menata simpang Raya Keadilan,” ungkap Dadang.
“Jadi radius tikungnya kan sangat tajam. Nah jadi kami mohon mudah-mudahan ini program unggulannya Pak Wali, Pak Wakil (Chandra Rahmansyah) bisa terealisasi,” imbuh dia.
Rencananya, proyek pembangunan bakal dilakukan pada Juli 2026 ini.
“Sekarang kan pengadaan lahan terlebih dahulu. Mudah-mudahan di semester ke-2. Kalau untuk Jalan Engram – Pemuda, pembangunan InsyaAllah kan nanti untuk lelang terlebih dahulu. Mudah-mudahan di bulan Juli itu sudah bisa mulai ada pembangunan,” katanya.
“Kalau untuk Jalan Raya Sawangan sampai dengan tadi Simpang Parung Bingung, dilakukan pembebasan lahan terlebih dahulu, nanti setelah itu baru infrastrukturnya,” timpal Dadang lagi.
Sedangkan rencana awal pelebaran dari Simpang Tugu hingga Raya Muchtar bakal dikaji ulang.
“Dan kita pun saat ini memang sedang memikirkan banyak agenda infrastruktur. Jadi tahun ini kita coba lakukan penjadwalan ulang APBD, refocusing dan lain-lain,” imbuhnya.

