0

Barongsai Warnai MTQH Depok 2025, Cilodong Tunjukkan Semangat Kebersamaan dalam Keberagaman

Pawai Taaruf membuka Musabaqah Tilawatil Qur’an dan Hadits (MTQH) ke-XXIV Tingkat Kota Depok di Lapangan Cipayung, Selasa (11/11/25).

Seluruh kecamatan tampil memeriahkan pembukaan dengan atraksi budaya dan ciri khas masing-masing.

Kecamatan Cilodong menjadi salah satu peserta paling mencuri perhatian.

Mereka menghadirkan atraksi barongsai dan drumband dalam defile yang disaksikan langsung Wali Kota Depok, Supian Suri.

Atraksi Barongsai Simbolkan Kebersamaan dan Toleransi

Camat Cilodong, Zainal Arifin, menjelaskan pihaknya membawa sekitar 200 peserta dari berbagai unsur.

Mulai dari kecamatan, kelurahan, Majelis Ulama Indonesia (MUI), KPU, Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ), hingga pondok pesantren.

“Kami juga menampilkan barongsai di depan Wali Kota Depok Supian Suri,” ujar Zainal.

Ia menyebut, barongsai dipilih untuk menunjukkan semangat kebersamaan dalam keberagaman.

Menurutnya, MTQH bukan sekadar ajang lomba keagamaan, tetapi juga wadah memperkuat harmoni antarwarga.

“MTQH ini bukan hanya untuk muslim saja. Kami ingin menunjukkan keragaman bisa dipersatukan, semua warga dapat ikut memeriahkan kegiatan ini,” ucapnya.

Cilodong Optimistis Raih Prestasi di MTQH 2025

Zainal menambahkan, Kecamatan Cilodong mengusung moto ‘Dengan semangat kebersamaan dalam keberagaman, kita wujudkan Kecamatan Cilodong yang cinta Alquran dan Hadis untuk Depok Maju’.

Ia memastikan pembinaan peserta dilakukan maksimal agar dapat tampil kompetitif di sembilan cabang lomba.

“Tahun ini kami mengirim 18 putra dan 21 putri. Insyaallah optimistis masuk lima besar. Minimal defile Cilodong menang, karena ini juga turut dilombakan,” tandasnya.

Wali Kota Depok Tekankan Pembinaan dan Nilai Keagamaan

Sementara itu, Wali Kota Depok, Supian Suri, menegaskan MTQH tidak hanya ajang kompetisi, tetapi sarana membentuk karakter generasi muda.

Ia berharap kegiatan ini dapat melahirkan anak-anak yang mencintai dan mengamalkan nilai-nilai Alquran dan Hadis.

“Pelaksanaan MTQH ke-XXIV ini menjadi bagian dari upaya menanamkan semangat pada anak-anak kita. Semangat untuk mencintai Alquran, juga semangat memahami dan menghafal hadis,” ucapnya.

Bang Supian menambahkan, MTQH merupakan bukti komitmen pemerintah dalam menyiapkan generasi hebat yang berlandaskan nilai keagamaan.

Menurutnya, pemerataan pembinaan di seluruh kecamatan penting agar setiap anak memiliki kesempatan yang sama dalam mengembangkan kemampuan keagamaan.

“Saya berharap kolaborasi antara kami di Forkopimda, Kementerian Agama, LPTQ, dan MUI dapat melahirkan program yang mempercepat terwujudnya generasi masa depan yang unggul,” pungkasnya.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer