Pemerintah Kota Depok terus mempercepat pembangunan dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) demi mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) Presiden Prabowo Subianto. Hingga kini, baru 20 dapur yang beroperasi, sementara target pemerintah daerah mencapai 150 dapur tersebar di seluruh kecamatan.
Peletakan batu pertama dapur baru dilakukan di depan kantor Kelurahan Bojong Pondok Terong, Kecamatan Cipayung, pada Rabu (6/8/2025). Kegiatan ini digelar serentak di berbagai daerah dengan total 205 dapur SPPG yang dibuka di Indonesia.
Kapolres Metro Depok, Kombes Abdul Waras, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk dukungan penuh Polri terhadap program Presiden.
“Hari ini dilaksanakan kegiatan secara serentak. Sebenarnya ada 205 (SPPG) ya seluruh Indonesia yang dilakukan secara serentak hari ini dan kita di Polres Metro Depok ada dua, satu di sini, kemudian satu di Tajurhalang yang kita siapkan,” jelasnya.
Abdul menyebut, target nasional adalah membangun 1.000 dapur SPPG Polri untuk memastikan program makan bergizi gratis berjalan lancar.
“Tujuannya jelas, untuk meningkatkan pemenuhan gizi masyarakat, sehingga anak-anak kita nantinya bisa terhindar dari stunting, dan harapannya nanti 2045 mewujudkan generasi emas di Indonesia,” tambahnya.
Lokasi Dipilih Dekat Sekolah
Menurut Abdul, lokasi dapur dipilih dengan pertimbangan strategis. Pertama, tidak ada duplikasi dengan SPPG lain. Kedua, akses penerima manfaat lebih mudah.
“Kita lihat di sini banyak sekolah-sekolah yang ada di sekitar. Nantinya bisa menerima manfaat dari pendirian SPPG ini untuk makan siang gratis,” tegasnya.
Dapur ini ditargetkan mampu memproduksi sekitar 3.500 paket MBG setiap hari. Abdul memastikan, makanan akan tetap higienis karena distribusi dilakukan dalam jarak tempuh pendek.
“Kita punya namanya Biddokkes, satuan kesehatan di Polri yang tentu akan dilibatkan, walaupun dari badan gizi nasional juga sudah menyiapkan,” ujarnya.
Depok Masih Kekurangan 130 Dapur
Kepala Dinas Kesehatan Kota Depok, Mary Liziawati, mengatakan dapur yang baru diresmikan merupakan dapur ke-20 di wilayah Depok.
“Ya tentunya nanti setelah siap SPPG-nya kemudian akan beroperasi dari puskesmas dan Dinkes akan turun melakukan IKL (Inspeksi Kesehatan Lingkungan),” ucapnya.
Ia juga menekankan pentingnya pelatihan higienitas bagi para pengelola dapur.
“Kemudian juga ya higienisnya, kita periksa dan juga kita melakukan pelatihan kepada para penjamah makanannya, baik dari ketua SPPG-nya sampai kepada pencuci piring untuk dilakukan pelatihan keamanan makanan,” sambungnya.
Depok masih harus menambah sekitar 130 dapur untuk memenuhi target 150 dapur SPPG. Mary menyebut, pemerintah pusat menargetkan percepatan pembangunan hingga Desember 2025, namun proses bisa berlanjut sampai 2026.
“Harapan pemerintah pusat sampai Desember, tetapi kan ini kalau memang tadi juga kalau dari Polri kan ada target juga di 2026 juga penambahannya, jadi ya kita upayakan dilakukan percepatan,” tutup Mary.

