0

80 Unit SPPG Hadir di Kota Depok, Yeti Wulandari: Ikhtiar Dukung Program MBG

DepokInsider – Sebanyak 80 unit Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) telah hadir di Kota Depok. Ikhtiar ini bagian dari upaya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis atau MBG.

Wakil Ketua DPRD Depok, Yeti Wulandari, mengungkapkan hal tersebut pada Selasa, 11 November 2025. Menurut Yeti, targetnya di Kota Depok bahkan sekira ratusan SPPG. “Alhamdulillah dalam kurun waktu 9 bulan, sudah berdiri 80 SPPG di Depok,” kata Yeti.

Ia menjelaskan, dalam satu SPPG itu menyasar sekira 3.000 anak. Tidak boleh lebih. “Kalau kemarin kan lebih dari 3.000 masih diperbolehkan, sekarang sudah tidak, maksimum 3.000 anak,” ujarnya.

Baca Juga: Tegas, Ini Kata Wakil Walikota Soal Masalah Sampah di Pasar Kemirimuka

Politisi Gerindra ini mengungkapkan, sejauh ini program MBG di Kota Depok telah berjalan cukup baik. Namun demikian ada beberapa yang menjadi catatan Yeti.

“Ya evaluasi dari saya ini pada saat beberapa kali turun ya, memang kemarin adanya percepatan, karena memang Pak Presiden ingin percepatan terkait masalah makan bergizi gratis ini,” ucapnya.

“Sehingga ada beberapa SPPG atau dapur gizi yang belum memenuhi SOP,” sambung dia.

Terkait hal itu, Yeti mengingatkan agar Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Depok lebih ketat dalam melakukan pengawasan pada sejumlah SPPG tersebut, khususnya soal sertifikat layak higienis.

Baca Juga: Pagelaran Wayang Golek Warnai Mapay Depok 1, Supian Suri Ajak Warga Lestarikan Budaya Lokal

“Makanya tadi saya sampaikan Dinkes dalam hal ini harus benar-benar memberikan kejujuran lah untuk memberikan sertifikat higienis tersebut,” tuturnya.

Menurut Yeti ini penting, agar program presiden ini terhindar dari hal-hal yang tak diinginkan. Utamanya soal keracunan.

“Kalau kita bicara dapur gizi kita bicara bahwa anggaran besar, iya, kita bicara MBG ini kan anggarannya besar. Yang kedua kita bicara juga dengan adanya peluang akan terkontaminasi itu pasti ada. Makanya bagaimana setiap SPPG atau dapur gizi ini mereka memenuhi SOP tersebut,” katanya.

Baca Juga: Pawai Taaruf MTQH XXIV Depok Penuh Warna, Wali Kota: Bukti Semangat Ukhuwah dan Kreativitas Warga

“Dan saya sampaikan juga kepada kepala dinas bahwa mereka harus melakukan verifikasi dengan sebenar-benarnya. Kalau memang akhirnya tidak sesuai dengan juklak dan juknis dalam hal ini, ya disampaikan tidak sesuai,” timpalnya lagi.

Karena, lanjut Yeti, ini merupakan awal untuk melakukan validasi. “Sebab dari sini lah akan terlihat bahwa mana dapur gizi yang memang memenuhi standar, mana yang tidak, seperti itu,” katanya.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer