0

PGI Depok Resmi Punya Pengurus Baru, Supian Suri Tekankan Kontribusi untuk Masyarakat

Wali Kota Depok Supian Suri berharap kepengurusan baru Persatuan Golf Indonesia (PGI) Kota Depok tidak hanya fokus pada pengembangan olahraga golf. Ia meminta organisasi tersebut juga memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat.

Harapan itu disampaikan Supian Suri saat menghadiri pelantikan Pengurus PGI Kota Depok di Emeralda Golf Club, Kecamatan Tapos, Rabu (11/02/26). Dalam kesempatan tersebut, kepengurusan baru PGI Kota Depok resmi dikukuhkan untuk masa bakti 2026–2030.

Pelantikan ini menjadi momentum penting bagi perkembangan cabang olahraga golf di Kota Depok. Selain memperkuat organisasi, kepengurusan baru juga diharapkan mampu meningkatkan prestasi atlet di berbagai ajang olahraga.

Dalam struktur kepengurusan tersebut, Hamzah ditetapkan sebagai Pengurus Harian PGI Kota Depok periode 2026–2030. Ia memiliki tanggung jawab besar dalam mempersiapkan cabang olahraga golf Kota Depok menghadapi ajang Porprov Jawa Barat XV Tahun 2026.

Ajang Porprov Jawa Barat menjadi salah satu target utama bagi pengurus baru. Persiapan atlet dan organisasi diharapkan dapat dilakukan secara maksimal agar mampu bersaing dengan daerah lain.

Namun, dalam sambutannya, Supian Suri menegaskan bahwa peran organisasi olahraga tidak hanya terbatas pada pembinaan atlet. Menurutnya, organisasi seperti PGI juga dapat berkontribusi dalam membantu menyelesaikan persoalan sosial di masyarakat.

“Saya berharap mereka tidak asyik dengan dunianya saja, tapi bagaimana mereka juga menjadi bagian berkontribusi dalam penyelesaian permasalahan kota yang hari ini masih kita hadapi,” tutur Supian Suri kepada berita.depok.go.id.

Supian Suri menilai Kota Depok masih menghadapi berbagai persoalan sosial yang membutuhkan perhatian bersama. Pemerintah daerah tidak dapat bekerja sendiri tanpa dukungan dari berbagai elemen masyarakat.

Karena itu, ia mengajak organisasi olahraga, komunitas, dan berbagai lembaga untuk ikut berperan dalam membantu masyarakat. Kolaborasi tersebut dinilai penting untuk mempercepat penyelesaian berbagai masalah sosial.

Menurut Supian Suri, salah satu persoalan yang masih dihadapi masyarakat adalah kondisi rumah tidak layak huni. Di beberapa wilayah, masih terdapat warga yang tinggal di rumah dengan kondisi yang memerlukan perbaikan.

Selain itu, masih ada masyarakat yang menghadapi keterbatasan akses pendidikan. Kondisi ekonomi menjadi salah satu faktor yang membuat sebagian warga kesulitan melanjutkan pendidikan.

“Banyak rumah warga kita yang tidak layak huni, banyak warga kita yang tidak punya kemampuan untuk bersekolah, banyak juga lembaga sosial yang tidak punya dana untuk bisa terus berjalan,” ujarnya.

Ia menilai kepedulian dari berbagai pihak dapat membantu mengurangi beban masyarakat yang membutuhkan. Dukungan tersebut tidak selalu harus dalam bentuk program besar, tetapi juga dapat dilakukan melalui berbagai kegiatan sosial.

“Makanya saya berharap sedikit banyak kontribusi yang diberikan oleh PGI, dalam hal ini Pak Ketua, akan sangat berarti dirasakan oleh masyarakat,” lanjut Supian Suri.

Menurutnya, organisasi olahraga memiliki potensi besar untuk memberikan dampak positif bagi masyarakat. Selain membina atlet, organisasi juga dapat menjadi jembatan dalam kegiatan sosial dan kemanusiaan.

Keterlibatan organisasi olahraga dalam kegiatan sosial juga dapat memperkuat hubungan dengan masyarakat. Hal ini sekaligus menunjukkan bahwa olahraga memiliki peran yang lebih luas dalam kehidupan sosial.

Supian Suri juga menyoroti persepsi masyarakat terhadap olahraga golf yang selama ini sering dianggap sebagai olahraga kalangan tertentu. Menurutnya, persepsi tersebut dapat berubah jika organisasi golf aktif berkontribusi bagi masyarakat.

Kegiatan sosial yang dilakukan oleh organisasi olahraga dapat membantu mendekatkan olahraga tersebut dengan masyarakat luas. Dengan demikian, golf tidak lagi dipandang sebagai olahraga eksklusif.

“Sehingga ke depan persepsi publik terhadap PGI, terhadap golf ini juga tentunya akan berbeda di saat kita berikan kepedulian dan perhatian seperti yang tadi saya harapkan,” pungkasnya.

Harapan tersebut disambut positif oleh para pengurus PGI Kota Depok yang baru dilantik. Mereka berkomitmen untuk tidak hanya mengembangkan olahraga golf, tetapi juga memperluas peran organisasi dalam kegiatan sosial.

Di sisi lain, pengurus PGI juga memiliki tugas penting dalam mempersiapkan atlet menghadapi berbagai kompetisi. Salah satu fokus utama adalah meningkatkan kualitas pembinaan atlet golf di Kota Depok.

Dengan pembinaan yang baik, diharapkan atlet golf Depok mampu meraih prestasi di tingkat regional maupun nasional. Ajang Porprov Jawa Barat XV Tahun 2026 menjadi salah satu target awal yang ingin dicapai.

Persiapan menuju Porprov akan melibatkan berbagai program latihan dan pembinaan atlet. PGI Kota Depok berencana memperkuat sistem pembinaan agar para atlet dapat berkembang secara optimal.

Selain itu, pengurus baru juga diharapkan dapat memperluas jaringan kerja sama dengan berbagai pihak. Kolaborasi dengan komunitas olahraga dan sponsor dapat membantu pengembangan cabang olahraga golf di Depok.

Dukungan dari berbagai pihak akan memperkuat program pembinaan atlet yang dijalankan oleh PGI. Hal ini juga membuka peluang bagi atlet muda untuk berkembang dan menunjukkan potensinya.

Di tengah perkembangan olahraga di Kota Depok, peran organisasi olahraga menjadi semakin penting. Organisasi tidak hanya berfungsi sebagai wadah pembinaan atlet, tetapi juga sebagai bagian dari pembangunan sosial.

Dengan kepengurusan baru, PGI Kota Depok diharapkan mampu menjalankan dua peran sekaligus. Di satu sisi meningkatkan prestasi olahraga, dan di sisi lain berkontribusi dalam kegiatan sosial di masyarakat.

Melalui kolaborasi antara pemerintah daerah, organisasi olahraga, dan masyarakat, berbagai program pembangunan dapat berjalan lebih efektif. Semangat kebersamaan ini menjadi kunci dalam membangun kota yang lebih maju dan inklusif.

Berita Terkait

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

- Advertisment -
Pasang iklan

Populer