Pemerintah Kota (Pemkot) Depok mulai mempersiapkan layanan unggulan ginjal bagi masyarakat sebagai bagian dari peningkatan akses layanan kesehatan. Program ini akan dikembangkan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Khidmat Sehat Afiat (KiSA) Kota Depok.
Layanan tersebut ditargetkan mulai berjalan secara optimal pada tahun 2028. Saat ini pemerintah daerah masih memfokuskan berbagai persiapan, mulai dari penguatan fasilitas hingga pemenuhan tenaga medis yang dibutuhkan.
Pengembangan layanan ginjal ini menjadi salah satu program unggulan Pemerintah Kota Depok dalam periode pembangunan 2025–2029. Program tersebut dirancang untuk meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memperluas akses pengobatan bagi masyarakat.
Pemkot Depok menilai kebutuhan layanan ginjal semakin meningkat dari tahun ke tahun. Karena itu, pemerintah daerah memandang penting menghadirkan fasilitas kesehatan yang mampu menangani penyakit ginjal secara lebih komprehensif.
Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Khidmat Sehat Afiat dipilih sebagai pusat pengembangan layanan tersebut. Rumah sakit milik pemerintah daerah ini terus dikembangkan untuk menjadi fasilitas rujukan bagi masyarakat Kota Depok.
Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Depok, Devi Maryori, mengatakan berbagai persiapan tengah dilakukan secara bertahap. Pemerintah daerah ingin memastikan layanan unggulan tersebut berjalan dengan kualitas terbaik.
Saat ini RSUD KiSA sedang memfokuskan penguatan sarana dan prasarana pendukung. Selain itu, pemerintah juga mempersiapkan tenaga medis yang memiliki kompetensi khusus di bidang layanan ginjal.
“Kami sedang melakukan proses inventarisasi terkait apa saja yang masih perlu dilengkapi, mulai dari sarana dan prasarana, Sumber Daya Manusia (SDM), hingga tempat pelayanan,” ungkapnya kepada berita.depok.go.id, Jumat (13/02/26).
Inventarisasi tersebut dilakukan untuk memastikan seluruh kebutuhan layanan dapat terpenuhi sebelum program berjalan. Langkah ini juga menjadi bagian dari perencanaan pembangunan fasilitas kesehatan yang lebih terarah.
Selain sarana dan prasarana, Pemkot Depok juga menaruh perhatian besar pada kesiapan tenaga medis. Layanan ginjal membutuhkan dokter spesialis dan subspesialis yang memiliki kompetensi khusus.
Tenaga perawat yang memiliki sertifikasi khusus juga menjadi bagian penting dari layanan ini. Keberadaan tenaga kesehatan yang kompeten akan memastikan pasien mendapatkan pelayanan yang aman dan berkualitas.
Karena itu, RSUD KiSA akan memperkuat tim medis yang bertugas di unit layanan ginjal. Proses penguatan tersebut dilakukan melalui penambahan tenaga medis serta peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
Di sisi lain, pemerintah juga menyiapkan pembangunan fasilitas pendukung baru di area rumah sakit. Infrastruktur tambahan ini akan mendukung operasional layanan ginjal secara optimal.
Salah satu fasilitas yang direncanakan adalah pembangunan gedung tambahan khusus untuk menunjang pelayanan. Gedung tersebut akan digunakan untuk berbagai aktivitas medis yang berkaitan dengan layanan ginjal.
Selain itu, RSUD KiSA juga akan memiliki Unit Pengelola Darah (UPD). Keberadaan fasilitas ini sangat penting untuk mendukung kebutuhan layanan medis yang membutuhkan pasokan darah.
Dengan adanya UPD, RSUD KiSA dapat memenuhi sebagian kebutuhan darah secara mandiri. Hal ini sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari Palang Merah Indonesia (PMI).
Langkah tersebut dinilai penting karena layanan medis tertentu membutuhkan ketersediaan darah yang cepat dan stabil. Dengan sistem pengelolaan sendiri, rumah sakit dapat meningkatkan respons terhadap kebutuhan pasien.
Penguatan fasilitas dan infrastruktur ini juga menjadi bagian dari upaya modernisasi layanan kesehatan di Kota Depok. Pemerintah daerah ingin memastikan rumah sakit daerah mampu memberikan pelayanan yang setara dengan fasilitas kesehatan besar lainnya.
Selain meningkatkan kualitas layanan, pengembangan layanan ginjal juga diharapkan dapat mempermudah masyarakat dalam mendapatkan pengobatan. Pasien tidak perlu lagi melakukan perjalanan jauh ke kota lain untuk memperoleh layanan serupa.
Selama ini, sebagian pasien dengan gangguan ginjal masih harus dirujuk ke rumah sakit di luar daerah. Kondisi tersebut tentu menyulitkan pasien, terutama bagi mereka yang membutuhkan perawatan rutin.
Dengan hadirnya layanan unggulan ginjal di RSUD KiSA, masyarakat Depok diharapkan dapat memperoleh layanan kesehatan yang lebih dekat dan terjangkau. Hal ini juga sejalan dengan komitmen pemerintah daerah dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat.
Program ini menjadi bagian dari strategi jangka panjang Pemkot Depok dalam memperkuat sistem kesehatan daerah. Pemerintah ingin membangun layanan kesehatan yang tidak hanya tersedia, tetapi juga berkualitas dan berkelanjutan.
Di tengah meningkatnya kebutuhan layanan kesehatan masyarakat, pemerintah daerah berupaya memperluas kapasitas rumah sakit milik daerah. RSUD KiSA menjadi salah satu pusat pengembangan utama dalam rencana tersebut.
Pemerintah Kota Depok juga memastikan proses persiapan dilakukan secara bertahap agar seluruh kebutuhan layanan dapat terpenuhi. Tahapan ini akan berlangsung selama beberapa tahun ke depan.
“Kami akan memulai dari tahun ini memaksimalkan berbagai persyaratannya sampai tahun 2027 agar layanan unggulan Ginjal RSUD KiSA di tahun 2028 sudah bisa berjalan secara optimal,” pungkasnya.
Dengan target tersebut, Pemkot Depok memiliki waktu beberapa tahun untuk menyelesaikan seluruh persiapan yang diperlukan. Mulai dari pembangunan fasilitas hingga penguatan sumber daya manusia.
Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, RSUD KiSA akan menjadi salah satu pusat layanan ginjal penting di wilayah Depok. Kehadiran fasilitas ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas layanan kesehatan sekaligus memberikan manfaat besar bagi masyarakat.

