DepokInsider – Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) memberikan dukungan kepada Pemerintah Kota dalam upaya mengatasi persoalan sampah.
Tak hanya sebatas teori, kumpulan mahasiswa ini bahkan mengaku siap mengerahkan sejumlah relawannya untuk mengatasi persoalan sampah di kota tersebut.
Hal itu dibuktikan IMM dengan menggelar audiensi bersama anggota DPRD Depok, Hamzah.
“Tentu hari ini kita kawan-kawan IMM diskusi bagaimana terkait pengelolaan sampah. Bagi saya, terutama bagi teman teman IMM persoalan sampah ini kan isu classical principil,” kata Ketum PC IMM Depok, Chikal Akmalul Fauzi, belum lama ini.
Baca Juga: Dedi Mulyadi & Supian Suri Kompak, Liga 4 Depok Resmi Tembus Sejarah
Dia berpendapat, masalah klasik itu harus segera diselesaikan. Sebab, selama ini isu sampah dianggap oleh segelintir masyarakat tidak harus dibereskan secara sustainable, tapi bagi teman-teman IMM lebih daripada itu.
“Karena poros kehidupan yang real yang kemudian perlu digaungkan itu perlu membereskan basis ekologis yaitu soal sampah. Saya capture beberapa hal yang menjadi
isu krusial yaitu soal sampah di kota Depok,” jelasnya.
Chikal mengatakan, ada beberapa hal yang jadi fokus utama IMM. “Yang pertama TPA Cipayung yang sudah overload. Ini menjadi problem Kota Depok, ini menjadi problem
masyarakat Depok yang harus dibereskan secara tuntas,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi tempat pembuangan akhir atau TPA Cipayung kondisinya sudah sangat mengkhawatirkan.
“Itu (sampah) sudah menggunung, sudah menumpuk dan sudah menyambangi area-area centris, seperti sungai pemukiman dan ini menjadi persoalan bersama,” terangnya.
Baca Juga: Konser HUT RI di Depok Jadi Sejarah, Supian Suri: Alhamdulillah Saya Ikut Senang
Chikal memastikan, bahwa IMM tidak hanya sekadar riak-riak di media, tidak hanya sekedar show up bicara soal sampah.
“Hari ini kami audiensi bersama Pak Hamzah, kami bawa naskah akademik yang kemudian digagas oleh teman-teman IMM,” tuturnya.
Ada cukup banyak solusi yang ditawarkan oleh Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah. Mulai dari pengelolaan sampah mandiri, dan menggagas relawan aksi bersih-bersih.
“Kita tidak bisa mengandalkan pemerintah, mengandalkan LSM untuk bagaimana menanggulangi sampah, kita butuh banyak tangan, kita butuh banyak keterlibatan,” katanya.
“Maka dari itu kami IMM berkenan dan menggagas buat pasukan relawan sampah sebanyak-banyaknya,” sambungnya.
Baca Juga: Supian Suri Dukung Klub Motor Depok, Janji Sediakan Tempat Kumpul Resmi
Kemudian yang kedua, lanjut Chikal, pihaknya sedikit banyak sudah membuat partikel kompos berbahan dasar sampah.
“Nah ini spirit awal untuk sama-sama kita bereskan soal sampah di Kota Depok.”
DPRD Depok Dukung IMM
Sementara itu, Ketua Komisi B DPRD Depok, Hamzah menegaskan, bahwa pihaknya sangat mengapresiasi langkah yang dilakukan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah.
“Kita memang butuh anak-anak muda yang seperti ini untuk membantu pemerintah menyelesaikan sampah. Karena semua stakeholder harus turut serta dalam memikirkan dan ber action untuk menyelesaikan persoalan sampah,” katanya.
Hamzah yang juga menjabat sebagai Ketua Pansus Pengelolaan Sampah Depok ini juga berharap, langkah ini harus segera direalisasikan.
“Jadi saya minta ayo kita action, apa yang mereka butuhkan, apa yang mereka ingin support dari kita, tetapi harus ada action di lapangan,” terangnya.
Darurat Sampah
Hamzah tak menampik, bahwa masalah sampah di Kota Depok telah menjadi rahasia umum, dan kondisinya telah sangat memprihatinkan.
“Kondisi TPA kita mungkin 2 atau 3 bulan hanya mampu untuk menampung sampah dua-tiga bulan kedepan. Maka ini harus segera,” katanya.
Baca Juga: Komitmen DPRD Depok Dukung Kemerdekaan Palestina, Hamzah: Kami Ikuti Garis Kebijakan Nasional
Bahkan menurutnya, pihak Kementerian Lingkungan Hidup (LKH) telah melayangkan surat agar masalah sampah di Kota Depok segera diselesaikan.
Atas dasar itu pula, kata Hamzah, apa yang dilakukan oleh Wali Kota Depok, Supianj Suri harus mendapat dukungan dari banyak pihak.
“Maka semua siapapun mulai dari pemerintah, ASN, camat, lurah maupun kita di DPRD selalu support bagaimana kota kita menjadi bersih, supaya sampah ini bisa tertanggulangi,” terangnya.
4 Negara Lirik Sampah Depok
Lebih lanjut politisi Gerindra itu menerangkan, bahwa salah satu solusi yang ditawarkan Supian-Chandra adalah mengurai sampah menjadi sumber pembangkit tenaga listrik.
“Pak Walikota juga sudah menyampaikan InsyaAllah mudah-mudahan Depok juga bisa memiliki pengolahan sampah pembangkit listrik tenaga sampah,” katanya.
Baca Juga: Persikad Depok Muncul Lagi! Main di Liga 2 Musim Depan, Founder Persikad 1999 Bahagia: Akhirnya
Hamzah menyebut sudah ada empat negara yang siap menjajaki kerjasama mengatasi masalah sampah di Kota Depok. Tawaran itu datang dari China, Korea, Jerman dan
Turki.
“Teknologi yang sekarang banyak dilakukan sebenarnya banyak, intinya tetap sama. Bisa menjadi energi, bisa budidaya maggot, bisa menjadi kompos, bisa menjadi pavling block, batako, listrik dan lain sebagainya, banyak,” kata dia.
“Tapi yang tercepat yang mana, jadi Pak Walikota tadi sampaikan semuanya adalah butuh action,” sambungnya lagi.
Hamzah mengatakan, pihaknya saat ini tengah mengkaji tawaran dari empat negara tersebut. Saat ini, proposalnya tengah diteliti, dan perlu ada kajian. “Intinya kita harus juga bagaimana kerja samanya, saling menguntungkan, tidak memberatkan,” jelasnya.
***

