DepokInsider –Â Anggota DPR RI, Nuroji, menilai ada yang berbeda dalam momen peringatan HUT ke-26 Kota Depok.
Perbedaan itu yakni pembacaan sejarah Kota Depok pada rapat paripurna dalam rangka peringatan HUT 26 Kota Depok.
“Ini sedikit berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Ada pembacaan sejarah Kota Depok. Saya mendengar pembacaan sejarah cukup komplet ke belakang. Saya kira itu cukup bagus. Meski bicara sejarah memang cukup panjang, tetap perlu diungkap agar bisa diketahui oleh khalayak luas,” jelas Nuroji kepada wartawan.
Nuroji menambahkan, pembacaan sejarah Kota Depok adalah sebuah hal yang positif. Bahkan, kata dia, pembacaan sejarah sebuah daerah di momen Hari Jadi juga dilakukan di daerah lain.
“Tadi sejarah Kota Depok diungkapkan mulai zaman Batu, zaman kerajaan Pajajaran atau Prabu Siliwangi, zaman Belanda, hingga terbentuknya Kota Depok, dan perjalanan hingga saat ini,” katanya.
Dan di Bekasi juga begitu, beber Nuroji, saat momen HUT dibacakan sejarah perjalanan kotanya.
Dia menambahkan, momen Hari Jadi yang ke 26, Nuroji memiliki harapan Pemerintah Kota Depok lebih dewasa dan bijak dalam menjalankan roda pemerintahan.
“Pemerintah Kota Depok wajib memberikan pelayanan secara merata kepada masyarakat, serta masyarakat mendapatkan hak dan bisa melaksanakan kewajiban yang sama,” katanya.
Pemerintah, katanya lagi, tidak boleh memandang masyarakat berdasarkan kelompok, agama, atau perbedaan tertentu. Ini agar masyarakat Kota Depok jangan sampai masyarakat terkotak-kotak.
Masyarakat Kota Depok juga diharapkan bisa lebih dewasa, ikut berpartisipasi dan berperan serta dalam mewujudkan kemajuan Kota Depok.
Ini sejalan dengan tagline dan tema HUT ke-26 Kota Depok, yakni Bersama Depok Maju.
“Bagaimana kebersamaan dibangun antara pemerintah dan masyarakat, sehingga terwujud harapan Depok maju,” paparnya.
Dengan semangat kebersamaan tersebut, Nuroji berharap berbagai persoalan yang selama ini menjadi PR Kota Depok dapat diselesaikan.(***)

